Untuk
mencapai tujuan maka kegiatan politik memerlukan interaksi. Interaksi utama
sebagai manusia modern adalah komunikasi. Dengan adanya teknologi informasi
maka kegiatan komunikasi akan lebih mudah, cepat, dan efisien. Hal ini tentu
akan memberi kontribusi besar bagi kegiatan politik.
Sayangnya di hingga
saat ini kegiatan politik seringkali terbentur masalah untuk berhubungan
seperti jauhnya jarak antara yang satu dengan yang lainnya, hingga kegiatan
pengarsipan yang kacau dan rumit hingga perkembangan cita-cita suatu golongan
terganggu akibat tercecernya sumber evaluasi. Padahal hakikat dari politik
adalah hubungan antar manusia dengan kekuatan otoritas untuk mendapatkan satu
tujuan, namun jika hubungan itu tidak dapat dilaksanakan maka sia-sia lah
kegiatan politik tersebut.
Kegiatan politik identik dengan kegiatan kenegaraan yang
ruwet dan tidak menyenangkan. Padahal, tanpa adanya politik maka sistem negara
tidak bisa berjalan. Demokrasi tidak berkumandang. Suara rakyat tidak dapat
direalisasikan. Generalisasi pandangan terhadap politik ini diakibatkan
ketidaknyamanannya bagi masyarakat yang awam terhadap politik. Bagi
Anggota MPR
menggunakan budayanya dan pandangannya sendiri dalam menghadapi masalah.
Mayoritas masyarakat menggunakan pandangan awam untuk berpendapat.
Dikarenakan tidak sinkronnya dalam menyampaikan pendapat antara wakil rakyat
dengan rakyat menyebabkan pendapat yang diajukan wakil rakyat berbeda dengan
yang diinginkan sesungguhnya.
Kacaunya sistem dan masih primitifnya kegiatan politik di
era modern ini menjadikan kegiatan pembangunan menjadi terpuruk. Komunikasi
yang terkesan satu arah membingungkan masyarakat untuk ikut berkontribusi
kepada pemerintah. Padahal dituangkan di konstitusi bahwa kedaulatan berada di
tangan rakyat, namun dalam realisasinya minim. Bila tidak ditindaklanjuti maka
rakyat dapat menjadi pasif dan sistem demokrasi tidak berjalan.
Dimungkinkan bahwa teknologi informasi dalam masa yang akan datang akan digunakan untuk
pengambilan keputusan politik, misalnya untuk pemilihan umum yang konsep
tersebut telah muncul di beberapa negara maju. Selain itu masyarakat bisa
menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para eksekutif dan legislatif pemerintah
melalui e-mail atau forum elektronik melalui web yang dibangun pemerintah
setempat
Dari pandangan tersebut maka masyarakat akan meminta
kejelasan informasi, transparansi, kebebasan berpendapat, dan pengajuan saran.
Hal ini merupakan pilar demokrasi yang utama. Permintaan masyarakat ini
perlu difasilitasi dengan jejaring sosial yang luas antara masyarakat ke
masyarakat dan masyarakat ke pejabat tinggi.
Teknologi informasi memberikan fasilitas jaringan sosial
yang luas bagi kegiatan komunikasi antar pejabat negara dan masyarakat. Sebagai
contoh realisasi kini sudah banyak negara-negara maju yang memulai penerapan
kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi secara penuh untuk
menghubungi antar departemen dan pemerintahan. Kegiatan ini disebut sebagai
e-government. Bahkan seperti di negara Amerika presidennya berpidato seminggu
sekali dan menjawab pertanyaan khusus dari dan kepada rakyatnya menggunakan
aplikasi yang ada di internet.
Adapun fasilitas teknologi informasi yang digunakan dalam kegiatan
politik di negara maju adalah sebagai berikut:
1. E-mail
E-mail adalah surat elektronik yang dikirimkan menggunakan
jaringan antar komputer. Untuk negara yang sudah siap dengan e-government
kegiatan surat-menyurat sudah di efesiensikan semaksimal mungkin menggunakan
media elektronik. Berita yang disampaikan kepada sebuah instansi dan pejabat
tertentu akan lebih mudah dan cepat dengan keamanan informasi yang tinggi.
Selain itu penggunaan bertumpuk-tumpuk kertas dapat dikurangi dan mengurangi pengeluaran
belanja.
2. Portal Pemerintahan
Portal adalah sebuah website khusus yang menyediakan tempat
bagi divisi-divisi pemerintahan agar dapat diakses. Portal ini menyediakan
tempat khusus bagi warga yang ingin mengetahui perkembangan dari kegiatan pemerintah.
Portal ini juga memberikan tempat agar warga dapat berinteraksi dengan pejabat
dan pelayanan masyarakat secara langsung.
3. Blogging
Blogging adalah kegiatan menulis informasi, baik berita
maupun artikel, dan diletakkan di halaman yang dapat diakses. Bagi negara yang
sudah menerapkan e-government maka kegiatan blogging adalah sebuah hal yang
wajib dilaksanakan agar masyarakat dapat mengetahui kegiatan apa yang sedang
dilakukan pemerintah. Dengan adanya blogging mendekatkan hubungan pemerintah ke
masyarakat. Masyarakat dapat mengomentari apa yang pemerintah tulis. Dengan
demikian demokrasi dapat terjalin dengan nyata dan pemerintah dapat segera
mengevaluasi diri.
4. Video Streaming
Video streaming adalah fasilitas penaruhan video untuk dapat
diakses. Kegiatan video streaming dapat dilaksanakan secara off-air, yaitu di
rekam terlebih dahlu kemudian di unggah, atau secara on-air, yaitu saat itu
juga objek yang di stream diakses.
Di beberapa negara maju pemimpin negara secara langsung
memberikan pidato dan tanya jawab kepada masyarakat menggunakan video streaming
melewati internet.
Walaupun
harus diakui bahwa dengan perkembangan Teknologi Informasi yang begitu pesat
sekarang ini selain membawa dampak positif juga berdampak negatif bagi yang
menyalahgunakannya.
Dampak Positif Teknologi Informasi dalam Politik
Dampak Positif Teknologi Informasi dalam Politik
Kegiatan politik yang menggunakan teknologi informasi memiliki keuntungan yang sangat besar diantaranya :
1.
Dalam Demokratisasi
Salah satu tujuan utama dalam penggunaan politik dibantu
dengan teknologi informasi adalah adanya peranan besar masyarakat dalam
pengembangan pemerintah. Dengan e-government maka hal ini bisa tercapai.
Bayangkan saja jika ada anggota DPR yang dapat berinteraksi dengan rakyat yang
telah memilihnya, kegiatan tanya jawab, melakukan voting, saran dan kritik akan
dapat tersalurkan dengan cepat, langsung, dan nyaman. Ini membuat masyarakat
lebih tanggap dan mendapatkan kemungkinan suaranya didengar secara mudah.
Masyarakat yang dapat bercakap-cakap langsung dengan anggota DPR itu juga dapat
melakukan review kenapa mereka memilih perwakilan mereka tersebut dan
dapat menentukan pilihan untuk wakil mereka di masa depan.
2.
Dampak ramah lingkungan
Dengan menggunakan teknologi informasi berarti informasi
yang disampaikan kebanyakan menggunakan media digital. Surat menyurat yang
mungkin pada awalnya dapat bertumpuk-tumpuk kini cukup dengan menggunakan
e-mail sudah dapat dilaksanakan. Dengan demikian penggunaan kertas dapat
dikurangi yang berarti penebangan pohon dapat berkurang.
3.
Cepat, efisien, nyaman
Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan
menggunakan teknologi informasi menyebabkan sampainya berita lebih cepat,
dilakukan secara efisien, dan nyaman. Misalnya jika ada masyarakat yang ingin
mengajukan pendapatnya ke wakil rakyat maka cukup dengan menggunakan e-mail
surat dapat sampai dengan segera.
4. Politik Internasional
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan
tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi
telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang
teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut.
Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga
regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
Dampak Negatif Teknologi Informasi dalam Politik
Walaupun penggunaan teknologi informasi dalam politik
memberikan benefit yang sangat banyak, namun tetap ada dampak negatifnya,
dalam segi:
1.
Biaya
Walaupun politik yang menggunakan informasi dan teknologi
dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit daripada konvensional, namun
sebelumnya untuk membuat infrastruktur dan teknisinya akan memiliki biaya yang
sangat mahal.
2.
Jangkauan akses
Harus diakui tidak semua orang melek terhadap teknologi.
Bagi warga yang berada jauh di pedalaman akan susah untuk mengakses website,
blog, atau video streaming tentang politik di Indonesia.
3.
Transparansi
Pada beberapa negara maju, banyak yang meragukan
berita-berita negara yang diterbitkan oleh negara sendiri. Alasannya karena
yang menulis berita itu adalah negara dan penerbitnya adalah negara. Kecurigaan
akan modifikasi berita dapat terjadi
4.
Privasi
Sebuah badan politik seperti negara memerlukan tanggapan dari
warganya. Jika negara terus meminta informasi maka privasi dari seseorang
semakin sulit untuk dijaga. Ini akhirnya menjadi dilema, di sisi yang satu data
dari masyarakat dihimpun untuk mengembangkan kegiatan negara namun di sisi yang
lain negara pun harus menjunjung tinggi hak privasi warganya.
Dalam membuat kegiatan politik menggunakan teknologi
informasi menjadi nyaman maka dampak negatif yang ada harus sebisa mungkin
diminimalisir. Adapun solusi yang dapat dirujuk dan dikembangkan adalah sebagai
berikut:
1. Masyarakat diajarkan fungsi dan manfaat
teknologi informasi. Perkembangannya yang semakin pesat akan harus selalu
dikejar masyarakat agar dalam kegiatan politik dan teknologi informasi
masyarakat dapat mengikuti. Tanpa adanya pemahaman akan teknologi informasi
maka kegiatan e-government sendiri tidak akan berjalan.
2. Kegiatan-kegiatan negara sedini mungkin
menunjukkan transparansi kepada masyarakat. Masyarakat yang dapat melihat
kegiatan negara maka dapat menjadi semakin kritis dan memberikan solusi tepat
guna. Kegiatan yang ditutup-tutupi oleh negara hanya akan memberikan rasa tidak
percaya dari masyarakat.
3. Masyarakat diberikan pemahaman
menyeluruh tentang etika dalam teknologi informasi agar dapat membentengi diri
dalam penyalahgunaan privasi, baik itu dari orang lain maupun negara. Dengan
demikian data-data yang tersalurkan adalah data yang memang dibutuhkan untuk
pengembangan negara dan bukan data pribadi yang tidak berhak untuk disebarkan.( OyhaQueen )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar